Tuesday, September 15, 2020

Di Bawah Rembulan

Di kala sore itu, Aira pergi ke warung di temani oleh adeknya mereka lewat di depan seorang pemuda desa yang tengah duduk di tengah teras rumah sambil sesekali menyeruput kopinya. Di adalah andi laki-laki yang sudah lama di kagumi oleh aira, tetapi perasaan tersebut hanya bisa di pendam seorang diri lantaran Andi menganggap dia sebagai sahabat.

Bicara rasa cinta di antara persahabatan bukan hal yang harus di sembunyikan lagi, kadang seorang sahabat rela memendam perasaannya demi menjaga keutuhan persahabatan mereka , karna kata orang jika sempat cinta hadir di antara hubungan persahabatan maka persahabatan itu akan luntur atau hancur, itulah yang di alami Aira dan Andi mereka sama-sama memendam perasaan  dengan sesama yang lama kelamaan menjadi penyiksa batin mereka.

Hingga tiba malam hari yang kebetulan ada juga persiapan pesta pernikahan di antara  kampung  mereka yang biasanya seluruh muda mudi  ikut ambil bagian dalam persiapan tersebut tidak terkecuali juga dengan Aira dan Andi  mereka ikut dan seperti biasa mereka selalu bercanda, tertawa bersama di saat mereka kumpul.

Waktu terus berjalan dan tak terasa sudah mau tengah malam, pekerjaan juga sudah mau hamper selesai, saat itu Andi laagi duduk sambil istrahat di bawah bulan purnama sambil di temani gitar dan kopi dia beda banget malam itu pisah dengan kawan-kawan Andi memilih untuk sendiri tidak jauh dari  tempat kawan-kawannya kumpul.

Di saat itulah Aira hampiri Andi, sembari berkata :

Aira : hmmm, bagus ya cahaya bulannya tapi sayang nya dia tidak tiap malam ada dia ada hanya di waktu tertentu, ngak capek ya bulan ini bersembunyi dan memendam cahayanya., sambil tersenyum Andi Menjawab : “capek sih sebenarnya bulan itu memendam cahayanya cuman dia harus menjaga keutuhan persahabatan mereka, sehingga bulan purnama tidak serentak bercaya dengan bulan sabit”, sambil mengambil gelas kopinya dan meminumnya.

Kemudian Aira duduk di sebalah kirinya, serentak saat itu mereka berdua bertatapan lama banget,. Sampai akhirnya bunyi Hp nya Andi membuat mereka untuk berhenti bertatap tatapan. Rasa deg-degan tidak karuan mulai muncul dalam hati mereka.

Kemudian Andi memulai percakapan baru dan dia memberanikan diri untuk bicara serius sama Aira , kata Andi : “Aira, ada yang mau aku omongin sama kamu, kiranya nanti kamu tidak marah dan membenci aku”, jawab Aira : “ Apa Ndi nama panggilan Aira buat Andi.  Kemudian Andi berkata : “jadi begini Aira, aku tau kita sudah lama banget kenal sejak kecil sampai umur kita saat ini 22 Tahun ita sempat pisah karna kuliah dan kita bertemu lagi disini sampai saat ini juga kita belum punya pacar, sampai saat ini juga kita bagaikan saudara, tetapi di balik itu semua ada satu hal yang selama ini sudah aku sembunyikan dari kamu”. Krik…Krik….krik  Andi tepuk Pundak Aira seketika Aira terkecut, sambil berkata Apa Ndi, jangan buat aku penasaran .

Lalu Andi melanjutkan, Aira aku Mencintaimu maukah engkau menjadi bagian dari tulang rusuk ku dan Ibu dari anak-anak ku kelak?. Sontak air terkejut airnya langsung tumpah di tangannya sembari senyum kecil dan menatap Andi, sembari   berkata Andi aku juga punya rasa yang sama aku menerima apa yang kamu sampaikan tadi, supaya kelak kita di satukan dalam satu bahtera kecil yang di berinama Rumah Tangga. Dari situlah Andi dan Aira jadian di bawah sinar bulan purnama. Kebahagiaan selalu meliputi mereka walaupun ada kerikil-kerikil kecil tetapi mereka tetap kuat dan tabah menghadapi hingga sampai pada masanya  mereka menjadi satu keluarga. 

-SELESAI-



Di bwah Rembulan
ilustrasi di bawah rembulan



EmoticonEmoticon