Thursday, November 23, 2017

Nias

selamat Pagi......
kali ini saya buat Tulisan sedikit tentang adat Nias,  tujuan dari tulisan ini adala melihat keadaan sekarang ini yang makin maraknya teknologi sehingga anak zaman sekarang sudah terjebak dengan situasi yang semakin mengantungkan diri pada alat teknologi,sehingga  KIDS ZAMAN NOW sekarang menjadi kalimat faforit bagi mereka,

kembali ke tujuan saya menulis ini adalah karna beberapa hari yang lalu,saya bertanya kepada seorang mahasiswa dari Nias , yang sejak lahir sampai SMA dia di nias.
pertanyaanya sebagai berikut "apa artinya AMAEDOLA".  tetapi yang bersangkutan menjawab saya tidak tau,sejak itu saya miris sekali,knapa samapi seperti begitu yang salah siapa???
orang tua atau anak itu sendiri,

jawabannya simpel sebenarnya arti dari "AMAEDOLA"  kalau di bawa dalam bahasa indonesia berarti Peribahasa atau Perumpamaan. dan menjadi contoh untuk kehidupan sehari-hari bagi masyarakat nias.

nah,berikut ini sedikit penjelasan tentang NIAS:

Bahasa Nias, atau Li Niha dalam bahasa aslinya, adalah bahasa yang dipergunakan oleh penduduk di Pulau Nias. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa di dunia yang masih belum diketahui persis dari mana asalnya.

Bahasa Nias merupakan salah satu bahasa dunia yang masih bertahan hingga sekarang dengan jumlah pemakai aktif sekitar setengah juta orang. Bahasa ini dapat dikategorikan sebagai bahasa yang unik karena merupakan satu-satunya bahasa di dunia yang setiap akhiran katanya berakhiran huruf vokal. Bahasa Nias mengenal enam huruf vokal, yaitu a,e,i,u,o dan ditambah dengan ö (dibaca dengan “e” seperti dalam penyebutan “enam” ).

Penulisan

Untuk menulis sebuah kalimat dalam bahasa nias, harus memperhatikan beberapa aturan 
  1. Dalam penulisan kata yang terdapat huruf double harus menggunakan tanda pemisah (‘) contoh kata : Ga’a ( abang.)
  2. Semua kata dalam bahasa nias asli selalu ditutup oleh huruf vokal. CONTOH KALIMAT DALAM BAHASA NIAS “omasido khömö soroi ba dödö gu”  yang artinya “Aku menyukaimu dengan sunguh-sunguh”. “io tarai ia da’a irugi wa’ara waomasi gu khömö” yang artinya “Mulai saat ini hingga selama-lamanya sayang ku pada mu”. “Ha’wa lö’ö tema li gu” yang artinya “Kenapa kamu tidak menjawab ucapanku”.


Setiap kosa kata bahasa nias pasti memiliki huruf “ö” memiliki bunyi /e/ dan “ŵ” memiliki bunyi /w/ untuk pengucapannya bisa kamu lihat ja di yotube 

ADAT NIAS

ASESORIS ADAT PERKAWINAN NIAS
Adat Perkawinan Nias, dikenal sangat unik dan mempunyai ciri-ciri khas tersendiri, yang
tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Namun bagi orang Nias yang berada di
perantauan dan sudah lama tidak pulang ke Nias atau bagi orang Nias yang lahir di
perantauan diperlukan suatu Guidance.
Tulisan ini bertujuan untuk memudahkan siapa saja yang ingin mengetahui mengenai Adat
Perkawinan

Adat Laraga meliputi Gunung Sitoli dan sekitarnya.
2. Adat Mazingỡ (dikenal dengan istilah Hada Raya) meliputi Nias Selatan
3. Adat Lahỡmi meliputi Sirombu dan sekitarnya
4. Adat Moro’ỡ meliputi Mandrehe dan sekitarnya
5. Adat Lafau (Hada Yỡu) meliputi Lahewa dan sekitarnya.

Kelima macam bentuk Adat perkawinan tersebut mempunyai persama¡¦an namun ada juga
beberapa perbedaan, yang menambah kekayaan budaya adat itu sendiri. Salah satu yang
paling menarik adalah mengenai : Ono Nihalo / Niowalu (mempelai wanita) dan Fanika
Gera-erambỡwỡ. Ono Nihalỡ/Niowalu (mempelai Wanita) menurut Adat Laraga mesti
digotong dan langsung dibawa saat Pesta Perkawinan (Falỡwa) oleh rombongan Marafule
(Mempelai pria) sementara menurut adat Lahỡmi Ono Nihalỡ atau Niowalu tidak langsung
dibawa oleh rombongan mempelai pria saat pesta perkawinan, tapi diantar oleh rombongan
Keluarga mempelai wanita keesokan harinya. Demikian juga dengan Fanika
Gera-erambỡwỡ, kalau menurut adat Laraga daun kelapa (bulu nohi) ditaruh / ditempel
dipundak mempelai pria sementara menurut adapt Lafau daun kelapanya (bulu nohi)
ditempelkan di dada mempelai pria.
Adat Perkawinan Nias, sesungguhnya mempunyai tahapan yang sangat panjang yaitu
dimulai dari :
1. Famaigi Niha,
2. Fame’e laeduru / Fangai Laeduru,
3. Femanga Bawi Nisila Hulu
4. Fanunu Manu,
5. Fangỡtỡ Bongi,
6. Fame’e dan Famotu Ono Nihalỡ,
7. Folau Bawi,
8. Falỡwa,
9. Fame’e Gỡ,
10. Famuli Nukha,
namun saat ini demi efisiensi waktu, ada beberapa dari tahapan-tahapan tersebut yang
dapat digabung dan diselesaikan dalam satu hari. Dan dari sekian banyak tahapan tersebut
ada beberapa tahapan dimana kedua belah pihak baik pihak Sowatỡ maupun pihak Tome,
wajib / harus menguasai Asesoris Adat / kelengkapan adat pada setiap tahap prosesi adat





demikian dulu ya,...tulisan singkat tentang adat nias , lain waktu tulisan ini saya lanjutkan lagi.
..................................................................................................................................................................



                             


EmoticonEmoticon