selamat Pagi......
kali ini saya buat Tulisan sedikit tentang adat Nias, tujuan dari tulisan ini adala melihat keadaan sekarang ini yang makin maraknya teknologi sehingga anak zaman sekarang sudah terjebak dengan situasi yang semakin mengantungkan diri pada alat teknologi,sehingga KIDS ZAMAN NOW sekarang menjadi kalimat faforit bagi mereka,
kembali ke tujuan saya menulis ini adalah karna beberapa hari yang lalu,saya bertanya kepada seorang mahasiswa dari Nias , yang sejak lahir sampai SMA dia di nias.
pertanyaanya sebagai berikut "apa artinya AMAEDOLA". tetapi yang bersangkutan menjawab saya tidak tau,sejak itu saya miris sekali,knapa samapi seperti begitu yang salah siapa???
orang tua atau anak itu sendiri,
jawabannya simpel sebenarnya arti dari "AMAEDOLA" kalau di bawa dalam bahasa indonesia berarti Peribahasa atau Perumpamaan. dan menjadi contoh untuk kehidupan sehari-hari bagi masyarakat nias.
nah,berikut ini sedikit penjelasan tentang NIAS:
kali ini saya buat Tulisan sedikit tentang adat Nias, tujuan dari tulisan ini adala melihat keadaan sekarang ini yang makin maraknya teknologi sehingga anak zaman sekarang sudah terjebak dengan situasi yang semakin mengantungkan diri pada alat teknologi,sehingga KIDS ZAMAN NOW sekarang menjadi kalimat faforit bagi mereka,
kembali ke tujuan saya menulis ini adalah karna beberapa hari yang lalu,saya bertanya kepada seorang mahasiswa dari Nias , yang sejak lahir sampai SMA dia di nias.
pertanyaanya sebagai berikut "apa artinya AMAEDOLA". tetapi yang bersangkutan menjawab saya tidak tau,sejak itu saya miris sekali,knapa samapi seperti begitu yang salah siapa???
orang tua atau anak itu sendiri,
jawabannya simpel sebenarnya arti dari "AMAEDOLA" kalau di bawa dalam bahasa indonesia berarti Peribahasa atau Perumpamaan. dan menjadi contoh untuk kehidupan sehari-hari bagi masyarakat nias.
nah,berikut ini sedikit penjelasan tentang NIAS:
Bahasa Nias, atau Li Niha dalam bahasa aslinya, adalah
bahasa yang dipergunakan oleh penduduk di Pulau Nias. Bahasa ini merupakan
salah satu bahasa di dunia yang masih belum diketahui persis dari mana asalnya.
Bahasa Nias merupakan salah satu bahasa dunia yang masih
bertahan hingga sekarang dengan jumlah pemakai aktif sekitar setengah juta
orang. Bahasa ini dapat dikategorikan sebagai bahasa yang unik karena merupakan
satu-satunya bahasa di dunia yang setiap akhiran katanya berakhiran huruf
vokal. Bahasa Nias mengenal enam huruf vokal, yaitu a,e,i,u,o dan ditambah
dengan ö (dibaca dengan “e” seperti dalam penyebutan “enam” ).
Penulisan
Untuk menulis sebuah kalimat dalam bahasa nias, harus
memperhatikan beberapa aturan
- Dalam penulisan kata yang terdapat huruf double harus menggunakan tanda pemisah (‘) contoh kata : Ga’a ( abang.)
- Semua kata dalam bahasa nias asli selalu ditutup oleh huruf vokal. CONTOH KALIMAT DALAM BAHASA NIAS “omasido khömö soroi ba dödö gu” yang artinya “Aku menyukaimu dengan sunguh-sunguh”. “io tarai ia da’a irugi wa’ara waomasi gu khömö” yang artinya “Mulai saat ini hingga selama-lamanya sayang ku pada mu”. “Ha’wa lö’ö tema li gu” yang artinya “Kenapa kamu tidak menjawab ucapanku”.
Setiap kosa kata bahasa nias pasti memiliki huruf “ö”
memiliki bunyi /e/ dan “ŵ” memiliki bunyi /w/ untuk pengucapannya bisa kamu
lihat ja di yotube 
ADAT NIAS
ASESORIS ADAT PERKAWINAN NIAS
Adat Perkawinan Nias, dikenal sangat unik dan mempunyai
ciri-ciri khas tersendiri, yang
tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Namun
bagi orang Nias yang berada di
perantauan dan sudah lama tidak pulang ke Nias atau bagi
orang Nias yang lahir di
perantauan diperlukan suatu Guidance.
Tulisan ini bertujuan untuk memudahkan siapa saja yang ingin
mengetahui mengenai Adat
Perkawinan
Adat Laraga meliputi
Gunung Sitoli dan sekitarnya.
2. Adat Mazingỡ (dikenal dengan istilah Hada Raya) meliputi
Nias Selatan
3. Adat Lahỡmi meliputi Sirombu dan sekitarnya
4. Adat Moro’ỡ meliputi Mandrehe dan sekitarnya
5. Adat Lafau (Hada Yỡu) meliputi Lahewa dan sekitarnya.
Kelima macam bentuk Adat perkawinan tersebut mempunyai
persama¡¦an namun ada juga
beberapa perbedaan, yang menambah kekayaan budaya adat itu
sendiri. Salah satu yang
paling menarik adalah mengenai : Ono Nihalo / Niowalu
(mempelai wanita) dan Fanika
Gera-erambỡwỡ. Ono Nihalỡ/Niowalu (mempelai Wanita)
menurut Adat Laraga mesti
digotong dan langsung dibawa saat Pesta Perkawinan (Falỡwa)
oleh rombongan Marafule
(Mempelai pria) sementara menurut adat Lahỡmi Ono Nihalỡ
atau Niowalu tidak langsung
dibawa oleh rombongan mempelai pria saat pesta perkawinan,
tapi diantar oleh rombongan
Keluarga mempelai wanita keesokan harinya. Demikian juga
dengan Fanika
Gera-erambỡwỡ, kalau menurut adat Laraga daun kelapa (bulu
nohi) ditaruh / ditempel
dipundak mempelai pria sementara menurut adapt Lafau daun
kelapanya (bulu nohi)
ditempelkan di dada mempelai pria.
Adat Perkawinan Nias, sesungguhnya mempunyai tahapan yang
sangat panjang yaitu
dimulai dari :
1. Famaigi Niha,
2. Fame’e laeduru / Fangai Laeduru,
3. Femanga Bawi Nisila Hulu
4. Fanunu Manu,
5. Fangỡtỡ Bongi,
6. Fame’e dan Famotu Ono Nihalỡ,
7. Folau Bawi,
8. Falỡwa,
9. Fame’e Gỡ,
10. Famuli Nukha,
namun saat ini demi efisiensi waktu, ada beberapa dari
tahapan-tahapan tersebut yang
dapat digabung dan diselesaikan dalam satu hari. Dan dari
sekian banyak tahapan tersebut
ada beberapa tahapan dimana kedua belah pihak baik pihak
Sowatỡ maupun pihak Tome,
wajib / harus menguasai Asesoris Adat / kelengkapan adat
pada setiap tahap prosesi adat
demikian dulu ya,...tulisan singkat tentang adat nias , lain waktu tulisan ini saya lanjutkan lagi.
..................................................................................................................................................................




EmoticonEmoticon