Saturday, June 16, 2018

KOMUNIKASI POLITIK



1.Pengertian Komunikasi Politik
            Komunikasi politik adalah fungsi penting dalam sistem politik. Pada setiap proses politik, komunikasi politik menempati posisi yang strategis. Bahkan, komunikasi politik dinyatakan sebagai “urat nadi” proses politik. Bagaimana tidak, aneka struktur politik seperti parlemen, kepresidenan, partai politik, lembaga swadaya masyarakat, kelompok kepentingan, dan warganegara biasa memperoleh informasi politik melalui komunikasi politik ini. Setiap struktur jadi tahu apa yang telah dan akan dilakukan berdasarkan informasi ini.Komunikasi politik banyak menggunakan konsep-konsep dari ilmu komunikasi oleh sebab, ilmu komunikasi memang berkembang terlebih dahulu ketimbang komunikasi politik. Konsep-konsep seperti komunikator, pesan, media, komunikan, dan feedback sesungguhnya juga digunakan dalam komunikasi politik. Titik perbedaan utama adalah, komunikasi politik mengkhususkan diri dalam hal penyampaian informasi politik. Sebab itu, perlu terlebih dahulu memberikan definisi komunikasi politik yang digunakan di dalam tulisan ini. 
2. Komunikasi menurut para ahli
Pengertian Komunikasi Politik menurut seorang pakar politik Maswadi Rauf, Komunikasi Politik  adalah sebagai objek kajian ilmu politik, karena pesan-pesan yang diungkapkan dalam proses komunikasi bercirikan politik yaitu berkaitan dengan kekuasaan politik negara, pemerintahan dan juga aktivitas komunikator dalam kedudukan sebagai pelaku kegiatan politik. Maswadi Rauf melihat komunikasi politik dari dua dimensi, yaitu komunikasi politik sebagai kegiatan pollitik dan sebagai kegiatan ilmiah.
Komunikasi sebagai kegiatan politik merupakan penyampaian pesan-pesan yang bercirikan politik oleh aktor-aktor politik kepada pihak lain. Kegiatan tersebut bersifat empirik karena dilakukan secara nyata dalam kehidupan sosial, sedangkan komunikasi politik sebagai kegiatan ilmiah maka komunikasi politik adalah salah satu kegiatan politik dalam sistem politik.
Menurut Rusadi Kantaprawira seorang pakar hukum, Pengertian Komunikasi Politik adalah penghubungan pikiran politik yang hidup di dalam masyarakat, baik itu pikiran intern golongan, asosiasi, instansi ataupun sektor kehidupan politik pemerintah. Rusadi melihat komunikasi politik dari sisi kegunaannya.
Astrid S. Soesanto mengemukakan pengertian komunikasi politik yang hampir diwarnai kajian ilmu hukum. Pengertian Komunikasi Politik ialah komunikasi yang diarahkan pada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa, sehingga pada masalah yang dibahas oleh jenis kegiatan komunikasi ini dapat mengikat semua warganya melalui suatu sanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga-lembaga politik.
Dari kata "Mengikat" dan "sanksi" memberi isyarat bahwa disiplin ilmu hukum telah memperkaya formulasi pengertian komunikasi politik yang diungkapkan oleh Astrid, karena kedua kata tersebut adalah terminologi yang biasa digunakan dalam kajian ilmu hukum.
R.M. Perloff mendefinisikan komunikasi politik sebagai proses dengan mana pemimpin, media, dan warganegara suatu bangsa bertukar dan menyerap makna pesan yang berhubungan dengan kebijakan publik. Dalam definisi ini, Perloff menjadi media sebagai pihak yang ikut melakukan komunikasi politik.
Definisi komunikasi politik adalah seluruh proses transmisi, pertukaran, dan pencarian informasi (termasuk fakta, opini, keyakinan, dan lainnya) yang dilakukan oleh para partisipan dalam kerangka kegiatan-kegiatan politik yang terlembaga.Definisi ini menghendaki proses komunikasi politik yang dilakukan secara terlembaga. Sebab itu, komunikasi yang dilakukan di rumah antarteman atau antarsaudara tidak termasuk ke dalam fokus kajian. Meskipun demikian, konsep-konsep yang dikaji di dalam komunikasi politik sangat banyak, yang oleh sebab keterbatasan tempat, maka hanya akan diambil beberapa saja.

3.Bentuk-bentuk Komunikasi Politik
Bentuk-bentuk Komunikasi Yang Mendominasi Komunikasi Politik
1. Kampanye
Pada dasarnya pidato, kampanye, dan propaganda merupakan bentuk-bentuk komunikasi antarmanusia (human communications) yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menggunakan teknik dan metode tertentu pula.Istilah kampanye berasal dari Bahasa Inggris campaign yang juga berasal dari Bahasa Latin campus yang berarti “extensive track of country, series of operation in a particular theactric war, an organized series of operation, meeting canvassing”. Hal ini membawa permasalahan ke masalah berkomunikasi populer/popularisasi tentang suatu masalah.
Menurut Rice dan Paisley yang dikutip oleh F. Rachmadi dalam dalam buku Public Relatios Dalam Teori Dan Praktek (Aplikasi dalam Badan Usaha Swasta dan Lembaga Pemerintah) bahwa kampanye adalah keinginan seseorang untuk mempengaruhi kepercayaan dan tingkah laku orang lain dengan daya tarik yang komunikatif. Tujuan kampanye adalah menciptakan ‘perubahan’ atau ‘perbaikan’ dalam masyarakat... (1993 : 134).
Menurut Astrid S. Soesanto dalam buku Pendapat Umum menyatakan bahwa prinsip dasar dalam kampanye adalah bahwa kampanye mengikuti proses komunikasi dan unsur-unsurnya, yaitu :
Proses Rasionalisasi/Emosionalitas. Proses rasional yaitu apa yang secara harfiah disampaikan dalam suatu kegiatan komunikasi. Proses emosional yang “sekedar” tersirat dalam penyampaian informasi. Proses rasionalitas biasanya terjadi waktu orang membahas hal-hal yang tidak terlalu melibatkan kepentingan pribadinya sehingga konsensus mudah tercapai. Unsur rasionalitas adalah proses pengoperan lambang-lambang secara harfiah dan proses komunikasi ialah proses emosionalitas yang mengiringi informasi rasional tadi. Tingkat emosionalitas dapat dideteksi melalui : pilihan kata dan tanda penyampaian. Hal lain yang berkaitan dengan proses rasionalitas adalah anteseden yaitu sumber pengalaman yang mendahului.
Unsur emosionalitas dan rasionalitas juga makin meningkat atau berkurang bila dikaitkan dengan :
• Kemampuan ekonomi/pendidikan
• Relevansi dengan hidup
• Demi waktu/rencana memanfaatkan waktu

4. Contoh Komunikasi Politik
Aulia Pohan jadi tersangka Korupsi oleh KPK. Heboh, Kejutan dan berita cantik. Komunikasi Politik Ala Presiden Sby menjadi judul artikel hari ini, semoga anda tidak kecewa, sebab sekali lagi pakde lagi bertapa mencari wangsit (weleh) untuk kebaikan diri saya, kelurga saya, blogger Indonesia, dan semua orang di Indonesia agar tersenyum dan bangga menjadi warga Indonesia serta mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan secara melimpah ini. Akhir dari proses bahagia lahir dan batin adalah pencapaian kesempurnaan hidup yaitu mengenal siapa yang menciptakan hidup, baru kemudian kita menghadapNya yang ditandai dengan keluarnya roh dari tubuh yang rapuh ini. (Loh kok jadi ngelantur)
Komunikasi Politik Ala Presiden Sby
Ini adalah contoh jika anda kebingungan membuat artikel maka ambilah dari sumbernya dalam kasus saya ini dari detik.com edisi 30 Oktober 2008. Anda ganti judulnya dan modifikasi isinya biar bisa bersaing dari segi SEO tapi masih menjaga asal usul sumber informasi. Cara ini kurang baik tapi lebih tidak baik dari pada anda copy paste apa adanya plus tidak menyebutkan sumbernya. Plus jangan lupa judulnya harus hot dan memiliki lifetime yang panjang.
Jakarta – Statement bapak SBY yang mempersilakan Komite pemberantasan Korupsi KPK untuk mengusut Besan Sby Aulia Pohan dalam kasus heboh tahun ini yaitu aliran dana BI mendapatkan pujian yang tinggi dari sudut pandang komunikasi massa. Dengan berubahnya status Aulia Pohan menjadi tersangka, kejutan pun kembali terjadi, dan ini sulit kita jumpai di masa-masa presiden sebelumnya.
“Bisa dikatakan, ini komunikasi politik yang luar biasa dari Predisen Yudhoyono. Ini kejutan untuk sebuah komunikasi politik,” tegas pengamat komunikasi politik UI Effendy Gazali ketika dihubungidetikcom, Kamis 30 Oktober 2008 malam.
Effendi Gazali mengaku sempat terkejut dengan pernyataan Presiden SBY yang memberi lampu hijau kepada tim penyidik KPK untuk mengembangkan kasus ini. Sebelumnya, pengamat komunikasi memprediksi Presiden SBY akan menggunakan kesempatan ini saat detik-detik akhir masa kampanye. Nyatanya, tidak berapa lama setelah mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun, Aulia pun langsung dinyatakan sebagai tersangka, suatu keputusan berani, meskipun banyak yang melihat sebelah mata.
“Saya pikir sekitar bulan Maret 2009,” jelasnya.
Menurut Effendi pengamat politik UI ini, tujuan dan target komunikasi politik sudah tercapai dalam pernyataan Presiden SBY tsb. Dalam hal direction, pemberantasan korupsi di Indonesia sudah menunjukan arah yang jelas dan berani. Namun yang masih ditunggu oleh masyarakat Indonesia adalah apakah prosesnya akan berlangsung lama atau tidak.
“Elemen direction dalam komunikasi politik sudah tepat sekali,” kata Effendi.
Dengan Aulia Pohan sebagai tersangka, Effendi memuji Predisen SBY yang sudah menepati janjinya untuk memberantas korupsi mulai dari rumahnya sendiri, mulai dari saudara sendiri, luar biasa.
“Kalau Presiden yang bepenampilan tenang dan sangat hati hati ini dikasih nilai, ini dapat nilai 9,” candanya.(mok/ape)
Pemilihan Umum
Pemilu (Pemilihan Umum) Presiden sudah tentu merupakan salah satu contoh komunikasi politik di Indonesia. Mengapa? Karena salah satu definisi politik adalah seni memperebutkan sesuatu, – dalam hal ini jabatan sebagai presiden.Strategi dalam memperebutkan ‘bangku presiden’ ini salah satunya terdapat dalam pencitraan para calon presiden yang mengikuti pemilu.Pencitraan politik sebenarnya sudah merebak mulai Pemilu 1999 yang makin lama semakin berkembang hingga kini.Masih ingat euforia Pemilu tahun 2009 lalu? Pencitraan Sutrisno Bachir, dari partai Partai Amanat Nasional (PAN), yang memanfaatkan momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional dapat kita lihat dari iklan berslogan “Hidup adalah Perbuatan”. Wiranto, dari partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), secara dramatis ikut makan nasi aking bersama warga miskin dan mengiklankan tiga seri iklan bertema kemiskinan. Megawati Soekarno Putri, dari partai PDIP Perjuangan, yang dulu jarang berkomentar bahkan mengkritik pemerintah dalam ungkapan-ungkapannya, hingga mengukuhkan citranya sebagai figur yang peduli dengan wong cilik. Jusuf Kalla, dari partai Golongan Karya (Golkar), hadir dengan slogan “Lebih Cepat Lebih Baik” dan “Beri Bukti, Bukan Janji” yang mengklaim keberhasilan pembangunan infrastruktur dan swasembada beras adalah hasil kontribusinya pada partai Golkar. Juga pencitraan Susilo Bambang Yudhoyono, dari partai Demokrat, yang mencitrakan hasil-hasil positif dari kinerjanya sebagai presiden di tahun sebelumnya, seperti penurunan harga Bahan Bakar Minyak, beras untuk rakyat miskin, peningkatan angka pendidikan, dan lain-lain.
Dalam bukunya, Komunikasi Politik (1993), Dan Nimmo menjelaskan bahwa setidaknya ada empat macam pencitraan politik, yaitu pure publicity(publisitas melalui aktivitas masyarakat dengan setting sosial apa adanya) yang dapat dilihat dalam pencitraan politik Sutrisno Bachir dengan slogan “Hidup adalah Perbuatan” dan memanfaatkan momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional, free ride publicity (memanfaatkan akses untuk publisitas) yang banyak terlihat pada kampanye dalam mensponsori kegiatan sosial di masyarakat, tie-in publicity(memanfaatkan kegiatan luar biasa untuk publisitas), dan paid publicity(publisitas berbayar lewat pembelian rubrik di media massa) yang terpampang pada advertorial di berbagai media massa dan spanduk-spanduknya.
Akan tetapi, politik akan berjalan dengan baik apabila komunikasi verbal dan nonverbal terjalin dengan baik pula. Citra yang sebenarnya akan dinilai bukan hanya dari tahap ‘pendekatan’ tetapi juga tahap ‘pacaran’, yaitu ketika para calon presiden yang telah terpilih menjadi presiden itu membuktikan apa yang telah dijanjikan dan dicitrakan sebelumnya.


EmoticonEmoticon