PENGEMBANGAN USAHA DAN KOPERASI
Oleh
: Albertus Telaumbanua
Mahasiswa
Universitas Palangka Raya, Jurusan Kehutanan
Jl.
Yos Sudarso IIB
, Kota palangka Raya- Kalimantan Tengah
Email:
albertustelaumbanua2@gmail.com
Abstrak
Ekonomi tidak pernah lepas dari kehidupan Masyarakat
Indonesia , karena merupakan sebagai kebutuhan pokok untuk bisa mempertahankan hidup di Dunia ini. Sehingga
pada saat ini angka kemiskinan di Indonesia semakin bertambah, sehingga upaya
pemerintah pun untuk memberantas kemiskinan sampai pada saat ini masih
belum tercapai 100%. Masyarakat
Indonesia pada saat ini terancam juga kehidupannya dengan perkembangan
Teknologi sehinnga orang yang sudah tertinggal dan miskin tidak akan pernah
mengalami perubahan dalam hidupnya. Sehingga di butuhkan skill masyarakat untuk
membuka Usaha dan di bantu oleh koperasi.
PENDAHULUAN
Pada Saat ini Negara kita sedang dalam Penjajahan,
dalam hal ini bukan penjajahan dengan mengangkat alat senjata tetapi kita di
jajah oleh kemiskinan,. Bicara soal kemiskinan merupakan satu poin yang sampai
sekarang menjadi problem bagi pemerintah untuk mengatasinya, atau Penghapusan kemiskinan (poverty
alleviation) .
Kadang kala Negara-negara asing yang bisa membuat
negaranya bebas kemiskinan , bisa membuat hati kita miris dan sakit untuk
mendengarnya karena Negara kita masih berada di posisi tertinggi sebagai Negara
termiskin di Dunia,itu merupakan Usaha Masyarakat dan Usaha Pemerintah juga .
Ketimpangan kesejahteraan rakyat juga terlihat dimana
kemiskinan di perdesaan jauh lebih tinggi daripada perkotaan,mungkin di
akibatkan beberapa hal yang bisa membuat Negara tersebut tidak bisa
mengembangkan perekonomian Rakyatnya
1.
Pembukaan Usaha
Berbicara soal pembuatan Usaha bagi masayarat ,
merupakan ide yang bagus memang tetapi ada beberapa hal yang harus menjadi
pertimbangan dan perhatian bagi pendiri usaha , sehinnga bisa menghasilkan
hasil yang sangat memuaskan , dan tidak merugikan diri sendiri dan bisa juga
membantu oarng lain dalam membuka lapangan perkerjaan .
Salah Satu lagi kemiskian di indonesia adalah
Pengangguran terdidik,. Pengangguran terdidik adalah suatu ironi pembangunan
ekonomi. Ini merupakan permasalahan
serius bagi Indonesia. Semestinya, rakyat yang telah menempuh pendidikan
tinggi (terdidik) yang kenyataannya membayar mahal adalah untuk tidak
menganggur. Faktanya, setelah memperoleh
ijazah mereka menganggur
Kondisi kesejahteraan yang tidak merata
di Indonesia bersifat
struktural. Sehinnga iklim usaha yang tidak kondusif. Aksesibilitas rakyat
rendah terhadap sumberdaya apalagi didukung oleh infrastruktur yang tidak
memadai sampai ke perdesaan. Investasi
nasional lebih dominan usaha skala besar daripada KUMKM.
Usaha masyarakat yang tinggal di Desa dengan yang
Tinggal Di Kota , sangat berbeda jauh, di Desa usaha hanya alakadarnya yang penting bisa memenuhi kebutuhan hidup hal ini juga di karenakan oleh beberapa factor seperti , Modal yang
tidak cukup,kurangnya pengetahuan dalam mengembangkan usaha, kemudian sedangkan
Usaha yang di buat masayarakat Kota Lebih maju di banding dengan masyarakat
Desa karena di pengaruhi oleh beberapa hal seperti : modal yang banyak,memiliki
pengetahuan yang sesuai dengan usaha yang di dirikan,menjalin kerja sma dengan
investor-investor baik yang di dalam Negeri maupun di luar Negeri sehingga
mereka tidak terlalu memikirkan modal yang mereka pikirkan cuman bagaimana cara
mengembangkan usaha di maksud.
2.
Koperasi
Bagi Saya bahwa pertumbuhan ekonomi itu memang perlu
(necessary) tapi tidak cukup memajukan suatu bangsa dan negara. Dibutuhkan syarat kecukupun, yaitu
kelembagaan yang kuat agar pemerataan terjadi bersamaan dengan peningkatan
kesejahteraan. Hal ini dapat merujuk pada posisi Usaha Yang Didirikan Oleh
Masyarakat Indonesia yang merupakan menjadi fondasi perekonomian Indonesia.
Keberadaan koperasi sebagai solusi
masalah kemiskinan masih belum nyata.
Dengan jumlah anggota koperasi yang terus meningkat, pada tahun 2013 mencapai
34.69 juta orang, semestinya kesejahteraan rakyat sudah tinggi karena koperasi
hadir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Semestinya, keberadaan koperasi dengan jumlah lembaga ratusan ribu unit
dan jumlah anggota puluhan juta orang akan dapat menghapuskan kemiskinan di
Indonesia. Namun ternyata jumlah orang miskin masih tinggi, yaitu 28.07 juta
orang.
Kalau orang
miskin ini merupakan bagian dari anggota koperasi maka pembangunan koperasi
tidak berhasil. Kalau jumlah orang
miskin di luar (on top) anggota koperasi maka sesungguhnya jumlah orang miskin
di Indonesia masih sangat banyak, melebihi 28.07 juta.
Studi
korelasi koperasi dengan penghapusan kemiskinan masih langka. Salah satunya
adalah diungkapkan oleh Situmorang dan Sijabat (2011) bahwa probabilitas
koperasi mengatasi kemiskinan di Indonesia sekitar 15%.
Ini
menunjukkan ada sesuatu yang perlu diperbaharui secara nyata dalam kerangka
membangun koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat padahal lembaga kementerian
untuk pembangunan Usaha Masyarakat Baik usaha Mikro dan usaha Makro telah ada, tetapi belum sepenuhnya mampu
menjadikan koperasi sebagai instrumen mengatasi masalah kemiskinan dan
ketimpangan sampai saat ini.
Sementara koperasi di negara lain telah mampu
menjadi korporasi yang mempercepat globalisasi yang ditunjukkan oleh performa
300 koperasi global dengan omzet triliunan.
3.
Penguatan Usaha
Kemampuan koperasi dalam bisnis pada tahun 2013 masih rendah, yaitu
Rp119.18 triliun. Transaksi bisnis
setiap koperasi dan terkait anggota sangat rendah, yakni Rp593.50 juta per
koperasi dan Rp3.44 juta per anggota.
Setiap bulan rata-rata transaksi bisnis hanya Rp49.46 juta per koperasi
dan Rp286.30 ribu per anggota. Nilai
transaksi bisnis koperasi harus ditingkatkan, setidaknya 25 kali atau total
Rp2,979.50 triliun. Koperasi telah
menunjukkan performa sebagai badan usaha yang dapat berskala besar (Anonim,
2013).
Memang
mengatasi pengangguran sangat susah dan sulit namun Salah satu strategi
mengatasi pengangguran tenaga kerja terdidik (intelek) adalah dengan program
konsulensi (pendampingan) koperasi. Tenaga kerja terdidik setiap tahun 150,000
orang direkrut untuk menjadi pendamping koperasi dalam rangka mewujudkan koperasi
berkelas dunia.
Sehingga
selama lima tahun (jangka menengah), pengangguran terdidik akan teratasi dan
mereka akan menjadi wirausaha tangguh yang berbasis sumberdaya primer dan
perdesaan. Mereka akan menjadi pemicu
pengembangan usaha KUMKM dan program ini akan dapat serta mengatasi urbanisasi.
4. Pengembangan Infrastruktur
Pengembangan infrastruktur salah satu factor yang menyebabkan maju
tidaknya perekonomian suatu daerah , Karena infrastruktur juga sangat berperan
penting dalam mengespor atau pun
menginpor barang dari daerah yang satu ke daerah yang lain , sehingga barang
dan jasa yang di hasilkan oleh para masyarakat
penjualannya tidak terbatas,.
Kalau kita bandingkan Infrastruktur
Negara kita dengan Negara lain memang sangat jauh beda , sehingga juga
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Negara
kita dengan Negara yang lain seperti Amerika Serikat . sehingga pada akhirnya usaha-usaha
yang di buka oleh masyarakat yang berada di pelosok jangkauannya tidak terlalu jauh penjualannya,
.
PENUTUP
Tulisan ini merupakan, hasil
pengamatan saya tentang perekonomian
Masyarakat Perdesaan pada Khususnya dan Masyarakat Indonesia pada umumnya. Konsekuensi
positif memperkuat struktur perekonomian yang mandiri ditinjau dari berbagai aspek. Konsekuensinya adalah, antara lain, partisipasi rakyat yang luas dalam proses
“memetik dan menikmati hasil pembangunan” sehingga menguatkan struktur
perekonomian Indonesia dalam globalisasi yang kompetitif terutama memasuki era
ASEAN Economic Community (AEC).
kesejahteraan
sosial akibat campur tangan yang tulus dari pemerintah dalam pembangunan
ekonomi rakyat ini. Dalam kerangka AEC,
Indonesia dari sisi potensi, dengan ketersediaan sumberdaya manusia dan alam,
harus dapat memimpin perekonomian kawasan.
Indonesia tidak boleh dipandang lagi sebagai negara “kecil” yang hanya
tergantung pada sistem perdagangan bebas melainkan pemain utama yang dapat
memengaruhi perdagangan bebas dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2013. Kinerja Koperasi Peserta
Program Koperasi Skala Besar. Laporan
Akhir.
Sekretariat , Kementerian
KUKM, Biro Umum kerjasama dengan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Penelitian
KUMKM (TKPP-KUMKM) Kementerian KUKM, Jakarta.




EmoticonEmoticon