Friday, March 23, 2018

PENGEMBANGAN USAHA DAN KOPERASI
Oleh : Albertus Telaumbanua

Mahasiswa Universitas Palangka Raya, Jurusan Kehutanan
Jl. Yos Sudarso IIB , Kota palangka Raya- Kalimantan Tengah
Email: albertustelaumbanua2@gmail.com

Abstrak
            Ekonomi tidak pernah lepas dari kehidupan Masyarakat Indonesia , karena merupakan sebagai kebutuhan pokok untuk bisa  mempertahankan hidup di Dunia ini. Sehingga pada saat ini angka kemiskinan di Indonesia semakin bertambah, sehingga upaya pemerintah pun untuk memberantas kemiskinan sampai pada saat ini masih belum  tercapai 100%. Masyarakat Indonesia pada saat ini terancam juga kehidupannya dengan perkembangan Teknologi sehinnga orang yang sudah tertinggal dan miskin tidak akan pernah mengalami perubahan dalam hidupnya. Sehingga di butuhkan skill masyarakat untuk membuka Usaha dan di bantu oleh koperasi.

PENDAHULUAN
Pada Saat ini Negara kita sedang dalam Penjajahan, dalam hal ini bukan penjajahan dengan mengangkat alat senjata tetapi kita di jajah oleh kemiskinan,. Bicara soal kemiskinan merupakan satu poin yang sampai sekarang menjadi problem bagi pemerintah untuk  mengatasinya,  atau Penghapusan kemiskinan (poverty alleviation) .
Kadang kala Negara-negara asing yang bisa membuat negaranya bebas kemiskinan , bisa membuat hati kita miris dan sakit untuk mendengarnya karena Negara kita masih berada di posisi tertinggi sebagai Negara termiskin di Dunia,itu merupakan Usaha Masyarakat dan Usaha Pemerintah juga .
Ketimpangan kesejahteraan rakyat juga terlihat dimana kemiskinan di perdesaan jauh lebih tinggi daripada perkotaan,mungkin di akibatkan beberapa hal yang bisa membuat Negara tersebut tidak bisa mengembangkan perekonomian Rakyatnya


1.      Pembukaan Usaha
Berbicara soal pembuatan Usaha bagi masayarat , merupakan ide yang bagus memang tetapi ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan dan perhatian bagi pendiri usaha , sehinnga bisa menghasilkan hasil yang sangat memuaskan , dan tidak merugikan diri sendiri dan bisa juga membantu oarng lain dalam membuka lapangan perkerjaan .
Salah Satu lagi kemiskian di indonesia adalah Pengangguran terdidik,. Pengangguran terdidik adalah suatu ironi pembangunan ekonomi. Ini merupakan permasalahan  serius  bagi Indonesia.  Semestinya, rakyat yang telah menempuh pendidikan tinggi (terdidik) yang kenyataannya membayar mahal adalah untuk tidak menganggur.  Faktanya, setelah memperoleh ijazah mereka menganggur
Kondisi kesejahteraan yang tidak   merata   di   Indonesia bersifat struktural. Sehinnga iklim usaha yang tidak kondusif. Aksesibilitas rakyat rendah terhadap sumberdaya apalagi didukung oleh infrastruktur yang tidak memadai sampai ke perdesaan.  Investasi nasional lebih dominan usaha skala besar daripada KUMKM.
Usaha masyarakat yang tinggal di Desa dengan yang Tinggal Di Kota , sangat berbeda jauh, di Desa usaha hanya alakadarnya  yang penting bisa memenuhi kebutuhan hidup  hal ini juga di karenakan  oleh beberapa factor seperti , Modal yang tidak cukup,kurangnya pengetahuan dalam mengembangkan usaha, kemudian sedangkan Usaha yang di buat masayarakat Kota Lebih maju di banding dengan masyarakat Desa karena di pengaruhi oleh beberapa hal seperti : modal yang banyak,memiliki pengetahuan yang sesuai dengan usaha yang di dirikan,menjalin kerja sma dengan investor-investor baik yang di dalam Negeri maupun di luar Negeri sehingga mereka tidak terlalu memikirkan modal yang mereka pikirkan cuman bagaimana cara mengembangkan usaha di maksud.


2.      Koperasi
            Bagi Saya  bahwa pertumbuhan ekonomi itu memang perlu (necessary) tapi tidak cukup memajukan suatu bangsa dan negara.  Dibutuhkan syarat kecukupun, yaitu kelembagaan yang kuat agar pemerataan terjadi bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan. Hal ini dapat merujuk pada posisi Usaha Yang Didirikan Oleh Masyarakat Indonesia yang merupakan menjadi fondasi perekonomian Indonesia.
            Keberadaan koperasi sebagai solusi masalah kemiskinan masih belum nyata.    Dengan jumlah anggota koperasi yang terus meningkat, pada tahun 2013 mencapai 34.69 juta orang, semestinya kesejahteraan rakyat sudah tinggi karena koperasi hadir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.  Semestinya, keberadaan koperasi dengan jumlah lembaga ratusan ribu unit dan jumlah anggota puluhan juta orang akan dapat menghapuskan kemiskinan di Indonesia. Namun ternyata jumlah orang miskin masih tinggi, yaitu 28.07 juta orang.
 Kalau orang miskin ini merupakan bagian dari anggota koperasi maka pembangunan koperasi tidak berhasil.  Kalau jumlah orang miskin di luar (on top) anggota koperasi maka sesungguhnya jumlah orang miskin di Indonesia masih sangat banyak, melebihi 28.07 juta.
 Studi korelasi koperasi dengan penghapusan kemiskinan masih langka. Salah satunya adalah diungkapkan oleh Situmorang dan Sijabat (2011) bahwa probabilitas koperasi mengatasi kemiskinan di Indonesia sekitar 15%.
 Ini menunjukkan ada sesuatu yang perlu diperbaharui secara nyata dalam kerangka membangun koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat padahal lembaga kementerian untuk pembangunan Usaha Masyarakat Baik usaha Mikro dan usaha Makro  telah ada, tetapi belum sepenuhnya mampu menjadikan koperasi sebagai instrumen mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan sampai saat ini. 
Sementara koperasi di negara lain telah mampu menjadi korporasi yang mempercepat globalisasi yang ditunjukkan oleh performa 300 koperasi global dengan omzet triliunan.

3.      Penguatan Usaha
Kemampuan koperasi dalam bisnis pada tahun 2013 masih rendah, yaitu Rp119.18 triliun.  Transaksi bisnis setiap koperasi dan terkait anggota sangat rendah, yakni Rp593.50 juta per koperasi dan Rp3.44 juta per anggota.  Setiap bulan rata-rata transaksi bisnis hanya Rp49.46 juta per koperasi dan Rp286.30 ribu per anggota.  Nilai transaksi bisnis koperasi harus ditingkatkan, setidaknya 25 kali atau total Rp2,979.50 triliun.  Koperasi telah menunjukkan performa sebagai badan usaha yang dapat berskala besar (Anonim, 2013).
Memang mengatasi pengangguran sangat susah dan sulit namun Salah satu strategi mengatasi pengangguran tenaga kerja terdidik (intelek) adalah dengan program konsulensi (pendampingan) koperasi. Tenaga kerja terdidik setiap tahun 150,000 orang direkrut untuk menjadi pendamping koperasi dalam rangka mewujudkan  koperasi  berkelas  dunia.
Sehingga selama lima tahun (jangka menengah), pengangguran terdidik akan teratasi dan mereka akan menjadi wirausaha tangguh yang berbasis sumberdaya primer dan perdesaan.  Mereka akan menjadi pemicu pengembangan usaha KUMKM dan program ini akan dapat serta mengatasi urbanisasi.



4.       Pengembangan Infrastruktur

Pengembangan infrastruktur  salah satu factor yang menyebabkan maju tidaknya perekonomian suatu daerah , Karena infrastruktur juga sangat berperan penting dalam  mengespor atau pun menginpor barang dari daerah yang satu ke daerah yang lain , sehingga barang dan jasa yang di hasilkan oleh para masyarakat  penjualannya tidak terbatas,.
Kalau kita bandingkan Infrastruktur Negara kita dengan Negara lain memang sangat jauh beda , sehingga juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi  Negara kita dengan Negara yang lain seperti Amerika  Serikat . sehingga pada akhirnya usaha-usaha yang di buka oleh masyarakat yang berada di pelosok  jangkauannya tidak terlalu jauh penjualannya, .


PENUTUP
                Tulisan ini merupakan, hasil pengamatan saya  tentang perekonomian Masyarakat Perdesaan pada Khususnya dan Masyarakat Indonesia pada umumnya. Konsekuensi positif memperkuat struktur perekonomian yang mandiri  ditinjau dari berbagai aspek.  Konsekuensinya adalah, antara lain,  partisipasi rakyat yang luas dalam proses “memetik dan menikmati hasil pembangunan” sehingga menguatkan struktur perekonomian Indonesia dalam globalisasi yang kompetitif terutama memasuki era ASEAN Economic Community (AEC).
kesejahteraan sosial akibat campur tangan yang tulus dari pemerintah dalam pembangunan ekonomi rakyat ini.  Dalam kerangka AEC, Indonesia dari sisi potensi, dengan ketersediaan sumberdaya manusia dan alam, harus dapat memimpin perekonomian kawasan.  Indonesia tidak boleh dipandang lagi sebagai negara “kecil” yang hanya tergantung pada sistem perdagangan bebas melainkan pemain utama yang dapat memengaruhi perdagangan bebas dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan. 






























DAFTAR PUSTAKA
Anonim.  2013.  Kinerja Koperasi Peserta Program Koperasi Skala Besar.  Laporan Akhir. 
Sekretariat  ,      Kementerian KUKM, Biro Umum kerjasama dengan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Penelitian KUMKM (TKPP-KUMKM) Kementerian KUKM, Jakarta.



EmoticonEmoticon